“Muara” adalah buku antologi puisi yang lahir dari perjalanan batin, tentang pulang, kehilangan, harapan, dan penerimaan. Judul muara dipilih bukan sekadar sebagai penutup aliran, tetapi sebagai ruang pertemuan: tempat segala rasa yang berkelana akhirnya berlabuh.
Dalam buku ini, setiap puisi menjadi aliran sungai dengan cerita dan emosi yang berbeda. Ada puisi yang mengalir pelan seperti rindu yang tak sempat diucapkan, ada yang deras seperti amarah yang lama dipendam, dan ada pula yang jernih seperti doa-doa sederhana yang diam-diam disematkan pada semesta. Semua aliran itu bertemu di satu titik “muara” yang melambangkan keikhlasan, pemahaman, dan kedewasaan.
"Dera"
“Sebagai penulis, saya percaya bahwa setiap manusia memiliki sungai dalam dirinya—mengalir membawa kenangan, luka, harapan, dan doa yang tak selalu sempat terucap. Muara lahir dari keyakinan bahwa tidak ada perjalanan batin yang sia-sia; setiap kehilangan mengajarkan penerimaan, setiap rindu menumbuhkan makna, dan setiap luka perlahan menuntun pada kedewasaan.”